“Mas, tolong beliin kondom dong, satu bungkus!” terdengar suara si Angga. Mereka setuju (memang teman aku sangat pengertian). Bokeb Sewaktu kecil dia pernah memergoki papanya sedang berpesta seks dengan tiga orang wanita, sungguh menyedihkan. Jam dinding sudah menunjukkan 21.20. Matanya hampir tertutup, dia terlihat lemas. “Nggak mau ah…” ternyata si Verika yang menjawab. Aku pegang tangannya. Verika sendiri sedang menjambak rambutnya Okky. Utay berdiri di samping, terlihat ragu-ragu untuk berbuat sesuatu. Aku membuka pakaian aku, memakai kondom dan berjalan ke ranjang. Aku melirik jam tangan aku, wah hampir jam 9.00 (kami harus check out jam 9.00 pas), buru-buru aku membangunkan Verika, Okky dan Utay. Oh ya, aku paling suka memperhatikan mata seseorang, buat aku mata bisa menceritakan kondisi orang tersebut.




















