Semua orang bebas masuk asal punya uang. Hawin datang. Bokep Tante Lalu ia memijat lutut. Ke bawah: Tidak. Aku terlambat setengah jam.Padahal, wajah wanita setengah baya yang di lehernya ada keringat sudah terbayang. Lalu memegang pahaku, “Yang mana..?”Yes..! Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Tetapi, aku harus berani. Yes. Tapi saya gerah.” meloncat begitu saja kata-kata itu.Aku belum pernah berani bicara begini, di angkot dengan seorang wanita, separuh baya lagi. Tidak terlalu ayu. Tetapi, aku harus berani. Ia menurunkan sedikit tali kolor sehingga pinggulku tersentuh.Ia menekan-nekan agak kuat. Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon.“Siapa Mbak..?” kataku sambil menancapkan Junior amblas seluruhnya.“Si Nina, yang tadi. Toh ia sudah seperti pasrah berada di dekapan kakiku.Aku harus, harus, harus..! Kadang-kadang ketimun.




















