Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja.Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah. Bokep Twitter Makin lama makin jelas. Sebantar lagi Mbak Mona yang punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.”Aku langsung beres-beres dan pulang.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Pasti terburu-buru. Tidak pasang wajah perangnya.“Kayak kemarinlah..,” ujarnya sambil mengangkat tabloid menutupi wajahnya.Begitu kebetulankah ini? Dari jarak yang dekat ini hawa panas tubuhnya terasa. Hidungnya tidak mancung tetapi juga tidak pesek. Auhh aku mau keluar ah.., Yang tolloong..!” dia mendesah keras.Lalu ia bangkit dan pergi secepatnya.“Yang.., cepat-cepat berkemas. Aku masih di atas angkot. Lalu dikocok-kocok sebentar. Aku masih di atas angkot. Aku terpejam menahan air mani yang sudah di ujung. Hah..? Ia berlutut mengelap paha bagian belakang. Dingin. Ah bodoh. Ini kesempatan kedua. Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Auhh aku mau keluar ah.., Yang tolloong..!” dia mendesah keras.Lalu ia bangkit dan pergi secepatnya.“Yang.., cepat-cepat berkemas.














