Syukurlah Pak Freddy tidak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dengan segera. Bokep Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna. Aku tidak menjawab karena menahan terus rasa sakit dan, “Akhh.., bukan main perihnya ketika batang penis Pak Freddy sudah mulai masuk, aku hanya meringis tetapi Pak Freddy tampaknya sudah tak peduli lagi, ditekannya terus penisnya sampai masuk semua dan langsung dia menidurkan tubuhnya di atas tubuhku. Tunggu, ya, saya paké baju dulu”. Saya baru pertama ini”. “Sorry, ya Pak”.Dia menjawab, “That’s OK”. Akhirnya aku lemas dan kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. “OK, boleh-boleh aja kalau kalian tidak keberatan”! Maa..aa..aaf, ya, Pak”.Pak Freddy hanya tersenyum saja, “Ya. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Aku sekedar menjelaskan, “Cuma mau tanya pelajaran, Pak. Pak Freddy berhenti merangsangku dan mengambil majalah porno yang masih tergeletak di atas tempat tidur dan bertanya kepadaku sembari salah satu tangannya menunjuk gambar















