“Kalau mengerti mengangguklah!”
Mbak Ratih mengangguk. Rasanya sudah diujung. Bokeb Kami berdua menontonnya tanpa bicara. “Eeee…tunggu dulu, sebentar saja koq. Netek sama Denok”, katanya. Mbak Ratih pelan sebenarnya oralnya, cuman enak banget, bener-bener penisku dijadiin lolipop. “Jangan hiraukan suara lain selain suaraku”, kataku. Begitulah setiap hari, malam hari aku ngentotin kakakku dan pagi hari atau siang hari aku dengan Denok. Aku lalu duduk dan bersiap memerawani kakakku sendiri. Mbak Ratih lalu membungkuk. “Kamu patuh kepada perintahku? “Lagi bersihin dapur”, kata Denok. Denok sendiri seorang janda, anaknya berada di desa diasuh oleh orang tuanya. Tampak mbak Ratih orangnya sangat tertutup dengan orang lain. Hari itu mbak Ratih ada acara keluar jalan-jalan bersama teman-temannya. Aku mengetuk pintu kamar mbak Ratih. Tak berapa lama kemudian mbak ratih tertidur di sofa, ia tampak benar-benar .




















