Padahal tadinya aqu benci sekali, karena menganggap Mas Herlambang telah merebut Mbak Indira dan sisiku. Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aqu sendiri. Vidio XNXX Bahkan dia meremas-remas jari tanganku. Dan dia semakin aktif merangsang gairahku. Katanya cuma mau merayakannya sama kamu”, kata Tante Amanda Iangsung memberitahu.“Kok Lidya nggak bilang sih..?”, aqu mendengus sembari menatap Lidya yg jadi memerah wajahnya. Namun aqu disambut Lidya yg memakai baju seperti mau pergi ke pesta saja. Bahkan aqu tetap tak peduli meskipun Lidya menggeser duduknya hingga hampir merapat dgnku. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aqu tak terus menangis. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaqu polos.“Aqu mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya.“Cinta..?” aqu mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Setengah mati Bapak dan Ibu membujuk serta menghiburku. Sedangkan aqu tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa.




















