Kelelahan sudah merasuk ke dalam tulang sumsumku. Bokep Jilbab/Hijab ah… sudah..tentu..” Ia tertawa. Bibirnya mengeluarkan suara erangan. Tak berapa lama kemudian, alunan instrumental Oriega mengalun. Emosi dan nafsuku campur aduk. Tubuhnya lalu bergerak ke kiri dalam ayunan yang lembut. Lonjakan-lonjakan jantungku membuat mataku terpejam. “Selanjutnya, aku menyuruhmu terlelap.” Ia lalu berhenti menyisiriku, kemudian memelukku. Aku melepaskan pagutanku, menarik jariku keluar dan bangkit berdiri. Mau tidak ? “Jangan menjauh.” Aku menoleh dan memandangnya. Lalu ia tertawa. Justeru bulu kudukku meremang. Aku tahu.”
“Aku sedikit kasar. Ia membalas pagutanku dengan gerakan mengulum yang lembut. “Jangan. Nada tak senang terdengar saat ia berucap. “Apa yang lucu?” tanyaku. Aku memandangi jemarinya yang menyusup masuk dengan rasa senang yang aneh. Teruskan.” Aku tak tahu apa maunya sebenarnya. Di tangannya sebuah gelas berisi lemon tea yang tinggal setengah.Saat pertama aku melihatnya, aku merasa tertarik.




















