“Mikha! Kelihatannya mereka tidak mau kalah dengan partai-partai lain yang kemarin dan hari ini telah memanjat patung selamat datang, memasang bendera mereka di sana. Bokep xxx Boleh saya menumpang?” Mikha berteriak kepadaku. “Terima kasih, Mas Joe.”
“Untuk apa?”
“Karena telah mau menemani Mikha.”
Aku hanya diam. “Terima kasih, Mas Joe.”
“Untuk apa?”
“Karena telah mau menemani Mikha.”
Aku hanya diam. Apakah para ketua partai itu kenal sama mereka? Tiba-tiba Mikha mencium pipiku. Wajahnya yang cantik tersenyum kepadaku. “Wawancarai kita dong”, Salah seorang temannya nyeletuk. “Iya, demi ____ (nama partai), kami rela begadang semalaman.”
“Hebat.”
“Mas di sini aja, Mas. “Mas, setelah ini mau kemana?”
“Pulang. Waktu terus berlalu. Aku pun duduk dekat mereka, berbincang tentang pemilu kali ini. Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang. Bergabung dengan mereka.




















