Aku terbangun. Bokep Ojol tuh.. Dan, aahh.. Aku gemetar. Wwoocchh.. Seperti pemulung aku mengorek-orek bak sampah yang berada di depan rumah itu. Aku ingin menelan kondom itu.. Aku yakini yang telah meleleh tertumpah masuk ke rongga mulutku adalah sperma Oom Bonny. Bukankah itu yang tadi pagi dilemparkan Tante Indri dari jendelanya?! Aku melihatnya. Aku melolong.. Kini baunya terasa makin nyata. Ataukah sudah sadar? Aku ingin bisa menelan larutannya dan mengaliri tenggorokanku. “Ya, sukurlah, kamu sehat. Aku meraih apa yang kuinginkan.., Air mani Oom Bonny telah kukecapi dan kulumat. Aku gemetar. Dan kulakukan. Aku disuruh memilih, sekolah pagi atau sekolah siang. Hatiku berdesir saat jariku sempat merabai bingkisan itu. Setelah puas kuangkat kembali keluar dari mulutku. Yah, sebaiknya cepat kubawa masuk ke rumah. Aku membayangkan mengocoki kontol Oom Bonny. Tangan yang memegang kondom ini bergetar. Aku bangkit dari kondom-kondom yang masih terserak menuju meja makan.Dengan setengah telanjang sesudah membuka baju dan menyisakan celana dalamku, aku duduk di kursi




















