Karena suasana yang sunyi itu…entah kenapa…tiba-tiba saja membuatku iseng…memegang tangan Bu Reni sambil berkata, “Bisa dua jam kita harus menunggu di sini, Bu.” “Iya Pak,” sahutnya tanpa menepiskan genggamanku, “Sabar aja ya Pak….di dalam bisnis memang suka ada ujiannya.” Aku terdiam. Film Porno Dengan mudah kudapatkan hotel kecil di luar kota, sesuai dengan keinginan Bu Reni, karena kalau di dalam kota takut kepergok oleh orang-orang yang kami kenal. Nanti aja di penginapan saya kasih semuanya…” Aku ketawa kecil.Lalu pindah duduk ke belakang setir lagi. Karena kami berada di depan kebun yang mirip hutan. Bilangin aja sama orang-orang di sini kalau kita mau datang lagi besok.” “Iya sayang,” bisikku, “ Sekarang ini memiliki dirimu lebih penting daripada ketemuan dengan pemilik tanah itu…” “Ya sudah dulu dong,” Bu Reni menarik tanganku yang sedang mempermainkan kemaluannya, “Nanti kalau saya gak bisa nahan di sini kan berabe.




















