Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Bokep Barat Akhirnya Evi menghampiriku sambil membawakan secangkir kopi hangat. Satu demi satu pakaian kami tanggalkan. Kecuali…Evi. Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. Semua pria pasti langsung jatuh hati pada Tia bila melihatmya. Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Malam yang sangat dinginpun menjadi hangat oleh sentuhan-sentuhan tubuh Evi. Ada apakah ini, Tuhan?Hari itu hujan cukup deras mengguyur kota Cirebon, hingga akhirnya di kantor hanya tersisa aku, Evi dan satu teman lagi. Sesekali Evi memegang erat tanganku sambil membimbing tanganku menyentuh payudaranya. Di sana aku hidup sebagai anak kost. Aku lihat wajah Evi sudah berseri-seri kembali, tidak seperti kemarin malam. Sebut saja namaku Dewi. Tidak terasa sudah jam 7 malam saat Evi mengajakku untuk nonton The beach.




















