Dia hanya tersenyum, lalu ku perhatikan wajah pria itu, ternyata dia adalah Dwi, pria yang kost di samping kamar Candra.“Dia sudah bangun Can”, kata pria itu kepada Candra sambil menonton Candra menyetubuhiku. Chandra senyum-senyum sambil memainkan alisnya naik turun sehingga kacamatanya ikut bergerak.“Tapi mas…”, aku coba menjelaskan. Bokepindo Kamarnya sedikit berantakan, tidak ada tempat duduk selain berduduk di kasurnya. “Tenang… Santai dulu… Duduk gih…”, katanya sambil menunjuk ke arah kasur. Hatiku benar-benar hancur, kini ada seorang pria lagi yang sudah melihat tubuhku ini. Semakin dekat ia memandang, akhirnya dia pun memberanikan diri menjamah susuku, “Wuuih kenyal banget…”, kata Candra dengan perlahan. Mungkin dia telah meminum obat kuat sebelum memaksaku ke sini.Pikiranku sedikit berkunang-kunang. Aku pun sangat terpaksa. Aku tidak punya pilihan lain, aku coba melihat sekitar, kamar Chandra tertutup rapat.“Tenang aja, rahasia lu bakal gue jaga baik-baik…”, kata Chandra sambil membuka resleting celananya dan mengeluarkan penisnya.




















