Lagian kapan lagi bisa begini, kalau ada Zenit sudah pasti dia ingin menyiksa Minoru.“Arrggghh….”, erangan Minoru menerima genjotanku yang kian waktu kian cepat. Minoru menggeleng-geleng,“Minoru mau pulang…”, katanya, dia seperti ketakutan.“Tapi, saya belum keluar…”, kataku.Minoru kemudian menangis, dia ingin segera menyelesaikannya tanpa aku harus berejakulasi di dalam memeknya.“Lain kali Minoru temani lagi… Minoru tidak bisa kemalaman…”, pintanya dengan wajah memelas. Vidio Porno Segera ku hidupkan dan taruh di meja dan menyorot ke arah kasur.Hmm, selanjutnya aku bingung mau menggunakan benda apa. “Yeehaaaaa”, teriak Zenit memandangi Minoru yang sedang menari dengan kakunya.Aku duduk di ranjang juga menonton adegan tersebut, Minoru terlihat malu-malu, dia tidak begitu bisa menari, tapi wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang seksi terlihat dia benar-benar seperti artis layaknya personil AKB48.“Lepaskan pakaianmu perlahan!!!”, perintahku minta Minoru memtelanjangi tubuhnya sambil menari. Dia buru-buru sekali, setelah berpakaian dia pun meninggalkan tempat ini. Sampai jumpa lagi kawan, akan ku “siksa” Minoru sesuai dengan pesanmu.




















