sempit sekali. Bokeb Dengan sangat cepat si hidung belang memercikkan air di botol itu ke wajah dan tubuh Suminem. Dan dia memperkenalkan aku sebagai assistennya untuk menyembuhkan pasien dari berbagai penyakit yang “aeng-aeng” alias aneh-aneh. Ekspresinya seperti dia sedang mengejan atau menahan sesuatu yang sangat nikmat.Horee, aku berhasil! Satu senti..dua senti.. Untunglah semua sudah berakhir.”
Dia mengangguk, wajahnya tetap menunduk: “matur nuwun, Mbah.” Katanya: “Berapa saya harus bayar Mbah?” aku tergelak: “wis, wis, bocah ayu, Mbah nggak minta bayaran kok. Dukun adalah aktor yang harus bisa membuat pasien setengah mati percaya dan tergantung padanya, dengan segala cara dan tipu daya.Pada mulanya beberapa orang datang minta tolong padaku, katanya menderita sakit aneh, pusing-pusing yang tidak tersembuhkan. Mbah.. Dia tampak bingung sehingga harus kubantu. Apa yang harus saya lakukan?” tanyanya dengan suara bergetar. mbaah.. wong aku sama sekali tidak percaya segala hal takhayul macam itu, kok mau diangkat menjadi murid?




















