Seandainya aku…Surabaya, awal Juni 1999Persiapan ujian benar-benar membuat kami sibuk. Bokep Tante Waktu itu Jay juga sedang mengejar Chie. Chie juga bercerita padanya (aku tak tahu bagaimana perasaan Jay saat itu) bahwa ia ingin menyerahkan keperawanannya padaku, sebelum menjadi milik orang yang sama sekali asing baginya. Aku tahu itu, aku bukan seorang bodoh. Aku juga seperti dia.Seperti Jay. Betapa aku sangat menyayangi gadis ini. “Hihihi, ada Ray.” Chie mencondongkan kepalanya ke depan dari balik pagar dengan sikap manja. Kutunggu saat-saat kepalannya menghajarku. Karena bagiku Chie tak lebih dari sekedar bunga mawar yang jingga di antara kumpulan bunga-bunga mawar merah di kebunku. Dan kubiarkan Jay larut dalam lamunannya. Dan perbincangan dengan Chie sebelumnya akan makna keperawanan membuatku semakin hanyut dalam percintaan itu. Kutunggu saat-saat kepalannya menghajarku.




















