No info
Kedua tangan Lia mencengkeram erat ujung meja yang berada di belakangnya.“Suka sayang?”.“Su… suka banget, yang ken… kenceng Pak!”.“Yang kenceng?”.“Iya… kocoknya yang kenceng oooh…”.Menyadari kalau saat ini mereka sedang berada di kantor, Lia berusaha sekuat tenaga untuk menahan teriakan penuh kenikmatan yang keluar dari mulutnya. Masih begitu sempit dan sekat walaupun Lia mengakui dengan jujur kepada Pak Wid kalau vaginanya tersebut sebelumnya udah pernah dipakai oleh beberapa laki-laki selain dirinya.Pak Wid sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena dirinya sendiri juga sudah sering tidur dengan beberapa wanita muda lainnya. Bokepindo Wanita cantik itu kemudian menutup tirai jendela kantornya. Pelan-pelan jari-jari Lia menari-nari membuka sabuk dan resleting celana panjang yang dipakai Pak Wid. Wanita cantik itu tahu benar kalau posisinya di Perusahaan ini sangatlah ditentukan oleh kemampuannya memuaskan sang atasan.Maka dari itu ia selalu berusaha merawat wajah dan tubuhnya, terutama bagian lubang surgawinya agar selalu keset dan wangi. Lia sendiri nampak mengambil tissue dan melap lubang vagina dari





















