Aku merasa bahagia punya suami yang sabar dan penuh pengertian seperti Mas Pandu. Dia hanya senang main catur dengan teman-temannya. Bokep Arab Enjoy aja Sayang. Apalagi hal seperti yang direncanakan oleh suamiku itu. Lalu duduk di sampingku. Lalu suamiku mengutarakan skenarionya, yang diam-diam kusimak.Sampai pada hari Sabtu pagi, sebelum berangkat ke kantornya, suamiku berkata, Beginilah nasibku. Aku nikah enam tahun yang lalu. Karena aku ingin semuanya berjalan hangat lagi seperti pada bulan madu kita.Aku terdiam saja. Padahal dia tampan kan ?Terus…Mas mau jodohin dia dengan salah satu keluarga, gitu ?Bukan…bukan begitu. Sambil menanggalkan kimonoku.Santos terlongong, karena tinggal celana dalam saja yang masih melekat di tubuhku.Sambil memegang sepasang payudara, aku melayangkan tatapan menggoda lagi dan bertanya, Toketku bagus gak ?Ma… mantap sekali Mbak, sahutnya tergagap.Aku tersenyum senang. Lengannya pun mulai merengkuh leherku ke dalam pelukannya.Dan setelah ciuman kami terlepas, Santos tertunduk sambil berkata, Kalau ketahuan Mas Pandu, pasti aku takkan boleh bertamu ke sini lagi.Tenang aja, sahutku sambil




















