Tanpa terasa bulir-bulir air mataku jatuh, karena begitu sesaknya hati ini mendengar jawaban bondan barusan. Lo keluar ama siapa sih ?” Jawab Dewi yang mulai jengkel.“Lah kan gue gak ngarti kalo lo pada mau ke rumah, sama temen.” Jawabku membela diri.“Aaaiiiiiisssssshhhh. Bokep Cina DEWI…“assalamu’alaikum”, sapaku“Wa’alaikum salam. Yaudah sana tuntasin di kamar mandi dulu kancil mesum”To be continue Betapa gugupnya aku saat ini.“Lo kenape sih. Eehh anu….eemmm…itu apaa….aku baru nyampe kok”. Tapi tenang besok kita makan-makan di tempat nongkrong biasa, sebagai tanda maaf katanya.” Ucapku pada temen-temen yang ada disitu.“Yaaahhh” sekali lagi mereka kecewa.“Dasar workaholic banget temen kita satu itu” sambung Rina. Tanpa terasa bulir-bulir air mataku jatuh, karena begitu sesaknya hati ini mendengar jawaban bondan barusan. Aku memilih mengasingkan diri ke sebuah hotel di kawasan kaliurang.“Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang tlah hilang darimu, yang mampu menyanjungku
Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu”Kuputar lagu untuk menemaniku dalam dunia lamunku sekarang




















