Gue minta dia nungging, dan gue embat memek dia dari belakang. Bokepindo Karena hari itu kuliah jam terakhir dan sudah agak sore, gedung perkuliahan pun lumayan sepi. Akhirnya gue cari akal. Seolah kena hipnotis Irene diam, dan secepat kilat pun gue samber bibir ranumnya dgn ciuman lembut. Gue diam, ga bisa ngomong, dan ga bisa kasih dia solusi. Kita semakin akrab, bahkan keluarga jg sudah saling kenal. Gue yakin itu kamar Andy. Bener juga usaha gue ga sia2. Ditandai dgn berkenalannya dia dengan rekan kerjanya yg bernama Andi yg kebetulan jago bgt merangkai kata hingga Irene luluh hatinya dan berpaling ke dia. Dia minta ketemuan ma gue. Dan yg gue kaget lagi, ternyata Irene udah lama menaruh simpati sm gue yg notabene sehari2nya hidup sebagai mahasiswa yg urakan dan cenderung asal2an. Gue dah pusing bgt waktu itu, cuma gue ttp penasaran buat ikutin trus mereka.




















