Tapi anehnya meskipun sudah keluar tiga kali tapi kalau buku yang aku baca belum selesai, tanganku tidak akan diam dan senjataku tidak akan lelah memuntahkan isinya keluar berapa kalipun. Tiba-tiba gerimis datang, kami semua berlarian berteduh di salah satu warung. Bokeb Tanpa sadar tanganku kembali mengocok senjataku yang kian mengeras.Makin lama kocokanku makin cepat, hingga memancarlah lahar panas ke atas perutku. Semua menjadi beban pikiranku dari hari ke hari. Dikamarku, aku merenungi kembali. Aku segera menghentikan langkahku begitu kutemui warung rokok. Aku segera menghentikan langkahku begitu kutemui warung rokok. Lampu remang-remang jelas sekali membentuk keindahan tubuh Tina yang mulai membuka bajunya. Tidak ada pemanasan. Hujan deras sama sekali tak aku rasakan, yang ada di pikiranku hanyalah satu: Seks gratis itu NIKMAT. Banyak sekali wanita yang asyik mengobrol, bercanda, dandanannya yang medok dan norakjelas sekali, rata-rata usianya sebaya dengan mamaku.Aku terus melangkahkan kaki di tengah gerimis.




















