Gak terlalu sakit kan memek kamu?”
“Enggak Pak, tapi pelan-pelan keluar masuknya. Bokep China Di taman itu, ada beberapa buah kursi taman dari batu tanpa sandaran serta sebuah meja batu besar. Saya harus mengeruk tabungan untuk melunasinya. Kami mengenal pria ini sebagai Pak Kusrin. Semuanya bdrawal dari datangnya musim kemarau yang berkepanjangan tahun lalu.Untuk mengembangkan usahanya, Abah telah mendapatkan kredit yang lumayan besar dari sebuah bank swasta. Kenikmatan itu sudah mengambil alih kendali atas tubuhku.“Lebih cepat, Pak …. Aku tidak menjawabnya. Setelah melempar pakaianku ke atas tempat tidur, aku ambil selembar handuk. Lebih cepat ….. Hussssss,” kakatu sambil bergaya seperti koboi. “Ahhhhhh ……Iya, Ahhhhhhhhh …….. Sambil terus mengawasi orang-orang yang sedang membuat sumur bor, Pak Kusrin menikmati “sarapan pagi” yang sedang aku berikan. Dia sedang berdiri sambil mengobrol dengan Pak Jono, sopirnya. Bagaimanapun, aku toh harus melakukannya ….Hari ini aku kembali membawa Abah ke rumah sakit untuk melanjutkan pengobatannya. Aku sudah tidak peduli lagi.










