Aku tak tahan lagi. Lalu bergegas ia keluar dari kamarku. Vidio Sex Ia begitu telaten dan memperhatikan aku. Aku Cemburu ! Aku terhenyak menahan nafas. “Periksa semua kunci rumah ya Ted kalo mau pergi. Betisnya itu, alamak. ”Apaan sih gituan di tanya-tanyain ?!”, nampak kak Dewi agak gusar menimpali pertanyaanku. Mungkin karena ia yang tiap hari ketemu. Akhirnya tak urung kak Dewi menuruti kemauanku. Akhirnya untuk aku hanya bisa menutup mata dan menikmati gelenyar kenikmatan dari setiap remasan tangan kak Dewi. Akhirnya kulepaskan. Aku menurut. Aku menarik kursi, dan membalikanya sehingga menghadap kearah kak Dewi. Lalu ia meraih telapak tanganku. Aku meremasnya perlahan. Maksud Tedy… mmm jangan marah yah. Kak Dewi hanya berbaring aja. Benar-benar terdiam. “kak Dewi…!”,
‘Apa..?”,
‘Tanggung nih !”,
“Tanggung apanya ?”,
“Pura-pura jadi bantal guling mau ?”,
“Apalagi nih !”,
“Tedy gak tahan nih. Beberapa saat mereka berpelukan. Pasti tidak terlewat ! Ia telah menjadi benar-benar liar. Ya Ampun ! Semakin kugesekkan semakin terasa nikmat. Berwibawa dan tangguh.




















