Belum pernah ciuman? Bokeb Rias wajah yang tebal jadi bagian seragam kerja saya, sama seperti kemben, kain batik, dan selendang.Tapi memang yang namanya nasib itu jalannya nggak ada yang tahu. Saya merasakan ada yang keluar di dalam kemaluan saya. Tapi ada peran lama saya yang nggak saya lupakan. Bapak dan Simbok memanggil saya Denok, itü panggilan biasa üntük anak perempüan di kampüng saya, tapi artinya nggak cüma itü. Denok, kita ndak bisa apaapa lagi di sini, di kota kita bisa coba cari uang, mudahmudahan di sana mendingan daripada di sini, kata Simbok.Saya cuma lulusan SMP, Simbok lulusan SD. Tokonya sedang sepi, tidak ada pembeli.Juragan, pinta saya. Kami masuk ke rumah Juragan. Denok jüga berarti montok alias sintal, dan rüpanya arti itü yang lebih diingat banyak orang dalam kehidüpan saya di Ibükota.Masa kecil saya dihabiskan di kampüng. Kenapa ndak dari dulu saja, ya?Terlintas pikiran seperti itu dalam kepala saya.




















