Lina kemudian menggoyang-goyangkan tubuhnya turun naik mengocok kontol om Edo didalam nonoknya. Bokeb Dilumatnya bibirku dan tangannya beraksi meremas toketku. Kuempot empot kontol om-om Edo dengan nonokku, dan kugoyang goyang dengan hebat, sehingga walaupun memakan waktu agak lama dan mengeluarkan suara crot … crot … crot sekitar setengah jam lebih, maka om Edo dan akupun secara bersamaan melayang ke langit biru yang diselimuti kenikmatan dan …..” Ugghhhhh..ughhh….. “bener ya Nes, terima kasih deh”. Matanya terpejam. Om Edo lalu duduk, “Sini Nes, om-om pangku!” suruhnya. Dia mengencangkan remasan pada toketku kananku sehingga aku merintih kesakitan “Aaakkhh..sakit om!”. om-om Edo tidak tahan lagi. Rupanya dia amat terangsang dan ikut terhanyut dengan pemandangan didepan matanya itu. Aku jadi semakin yakin bahwa Lina bukan istri om Edo. Sementara Lina masih menggoyang-goyangkan tubuhnya. Aku terkejut ketika ada yang menyenggol2 kakiku. Sementara tampak Lina sangat terangsang melihat aku menikmati kontol om-om Edo. Dengan keadaan terengah engah aku lirik Lina duduk bersimpuh dekat




















