Hmm yup.. Bokep Ojol Langsung kujilat dadanya. Sambil terus menjilati pusarnya aku mulai meraba pahanya. Uuh!Tiba-tiba.. Lalu perlahan-lahan kuturunkan celana pendek dan celana dalamnya. shh.. Tampaknya ia tak melihatku. Kukancingkan celanaku, kuambil bajuku. Ternyata Lia sudah menduakan aku sejak lama. “Ssshh.. Kutunggu aja di sini.” Kubuka pintu kiri mobil dan kuminta dia untuk masuk. Kedua pahanya kuangkat dengan setengah jongkok aku mulai melakukan penetrasi sedikit demi sedikit. Sengaja tak kumasukan agar aku bisa lebih lama menikmati saat-saat ini karena bagiku inilah saat sesungguhnya aku bisa mendapatkan penyerahan total bukan sewaktu bercinta atau orgasme. “Aya.. Disilangkan kakinya ke pinggulku sampai aku tak bisa bergerak lagi. Nafasnya masih tersengal-sengal.Setelah kukulum bibirnya beberapa saat aku berdiri di atasnya. Aku hanya mengangguk. Alkohol sialan. Ia tertegun. Nafasnya masih memburu, lalu lehernya dengan tiba-tiba kubuka T-shirtnya. Hey.. Kususul ia ke dapur. “Aaasshh.. shh..” setiap kumajukan pinggulku ia mendesis-desis. Aya dengan kaget memutar kepalanya sehingga bibirku menyentuh hidungnya.“Eh sori..” kataku, lalu kupegang pundaknya.




















