Kos-kosan itu ternyata berisi rekan satu profesinya. Sekarang pria brengsek pemerkosa pertama berganti posisi di sebelah kananku, mengarahkan tanganku pada kemaluannya. Bokep Japan “mmfff…mfff”, aku mencoba berteriak dan menarik kepalaku namun sepasang tangan menahannya, kedua tanganku menggapai-gapai sia-sia. Bagaimana munkin seorang ibu berusia 45 tahun bisa mengalami perkosaan sekeji itu. “ah, masa ibunya Randy semuda dan secantik ini..jangan becanda deh tante manis”, jawabnya masih menyeringai. Dia menceritakan bagaimana prestasi Randy menurun dan jarang kuliah. Kurasakan aku agak susah bernafas, dan kurasakan sebuah benda memasuki mulutku. “Sempurna”, jawab Randy. Oke…Randy salah karena lebih sibuk cari obyekan daripada kuliah, tapi janji deh ma, Randy akan lebih rajin lagi”. Aku masih meraba-raba apa yang terjadi, sampai lambat laun kesadaranku pulih. Aku seolah tak memperdulikan tubuhku yang telanjang di hadapan pria asing yang baru saja menggauliku dengan paksa.




















