Saat pintu kamar kubuka, ternyata Mas Tono sudah ada di dalam kamar.“Udah mandinya?” tanyanya.“Udah, seger banget Mas!” jawabku.“Sini dibajuin sama Mas Tono.”“Lepasin dulu handuknya, Jon!”Kulepaskan handuk dari tubuhku. Toloong..!” jerit Rosmeri makin keras sambil menendang-nendangkan kedua belah kakinya saat mereka mulai menggeraygi tubuh bagian bawahnya dgn buas.“Hentikann..! Bokep Tante Dimana ini? Saya lagi tdk bawa uang banyak..!” seruku, sementara kulihat Pak Hendra manajerku, berjalan menghampiriku.“Gampang.., kalau kamu bisa menang, satu game kami bayar lima ratus ribu, tp kalau kamu kalah, nggak perlu bayar, kamu cuma harus buka baju aja, kita main sepuluh game.. Kemudian kuletakkan tepat di depan pintu. k0ntolku.“Badan kamu bagus, udah besar mau jadi apa? Nggak mau..!” ujarku sambil membalikkan tubuhku.Bisa-bisa aku telanjang kalau dalam sepuluh game itu aku kalah terus, pikirku dgn sebal.




















