Ada to much reason mengapa akhirnya dia bersedia menikah dgn Franky. Dia mencengkeramnya dgn erat dan mulai memompanya keluar masuk.Mereka sadar akan terlambat menghadiri upacara perkawinan, tapi Damar memastikan kemaluan sang mempelai perempuan benar-benar berdenyut menghisap sehabis persebadanan keras yg lama. Bokepindo Damar menghentikan gerakannya, tak yakin apakah dia telah memasangkan dgn benar.“Bapak, seharusnya lebih ke atas lagi…” tangan calon Bapak mertuanya yg berada sedikit dibawah kemaluannya membuatnya menjadi berdenyut dgn liar.Keragu-raguan itu cuma bertahan untuk beberapa saat saja. Parfumnya yg menggoda menyelimuti penciuman Damar.“Bapak datang terlalu cepat, aqu belum siap. Dan sex mungkin menjadi salah satunya, walaupun Franky cuma mempunyai sebuah kemaluan yg kecil saja. Kirana mengerang dan menjerit dan bergoyg pada gagang kemaluan itu, mengimbangi gerakannya. Dia tersenyum lebar saat menangkap mata Damar yg manatap badannya yg dibalut gaun pengantin ketat untuk beberapa waktu.“Bapak” tegurnya, dan memberinya sebuah ciuman kecil di pipinya.










