”Hmm, enak, Mi.” sahutnya jujur.Anis tersenyum, dan melanjutkan aksinya. Bokep Crot Safiq menengadah memandangnya dengan tatapan sayu. Kelentitnya yang sedang dijepit oleh Safiq, berkedut kencang saat cairannya menyembur deras membasahi lantai ruang tamu.”Hah, hah,” terengah-engah, Anis meremas pelan rambut Safiq yang duduk berjongkok di lantai. ”Umi nggak capek?” Safiq bertanya balik. ”Sst…” Anis kembali membungkam bibirnya. ”Kamu kangen ini kan?” tanyanya sambil tersenyum manis.Dengan polos Safiq mengangguk dan mulai meremas-remas pelan. Safiq membalas dengan kembali mencium bibir dan payudara sang bunda, sambil tangannya tak henti-henti meremas-remas bulatannya yang padat menggoda.Beberapa detik berlalu. ”Cepet banget tegangnya, padahal barusan keluar.”
Safiq tersenyum, ”Trims, Umi. Gerakannya begitu halus dan pelan, meski terlihat agak sedikit kaku. Lalu dipeluknya bocah itu penuh rasa sayang.”Terima kasih, Mi.” gumam Safiq di sela-sela pelukan mereka.Anis mengecup pipinya lalu membimbing anak itu untuk pindah ke kamar, sekarang sudah waktunya untuk tidur.




















