Tapi Kak Agun lebih kuat. Bokepindo Aku melompat dan memeluk Kak Agun, “Ma kasih Kak Agun”. Nampaknya Kak Agun kaget juga, dia bahkan nyaris terjatuh di sofa. Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. Kemudian aku diangkat dan aku sempat kaget!“Kak Agun…, kuat juga”. Aku meringis dan menangis sesenggukan. “Nah…, karena kamu sudah menyelesaikan PR-mu, aku kasih hadiah” kata Kak Agun. Aku melihat Kak Agun berdiri sambil menyandarkan sepeda sportnya ke garasi. Aku sebenarnya sayang sama Kak Agun tapi…, (Ternyata akhirnya dia kawin dengan cewek lain karena “kecelakaan”). Saat itu aku merasa bahwa payudaraku lebih besar dibandingkan teman-temanku, kadang-kadang suka malu saat olah raga, nampak payudaraku bergoyang-goyang. Saat itu aku masih SMP kelas 2, Kak Luna sudah di SMA kelas 2. Aku hanya bisa diam dan menikmati. Aku jadi geli, tapi yang jelas saat itu aku merasa beda.




















