Lalu dia mengajakku duduk di sampingnya seraya berkata, “Ndi, rahasiakan yach kejadian ini, jangan sampai terdengar di pool.”
Aku tersenyum dan mengiyakan. yach.” kataku.Beberapa menit kemudian, goyangan kami semakin cepat. Bokepindo mmhh..” desahku ketika dia mulai menghisap puting dadaku. Aku tunggu loh. Aku tersenyum kepadanya karena aku pikir untuk menghormatinya. Lalu dia membalas senyumanku disertai pandangan matanya yang memancarkan sinar yang aneh. creet.. Dia terus memandangku, padahal aku sudah berlawanan arah. Aku mengerti dan mengikutinya naik mobil jurusan blok M. Dia tertawa, tawanya yang sangat aku suka. Dia memberiku nomer telpon kantor. Aku tersenyum kepadanya karena aku pikir untuk menghormatinya. Kamarnya terletak di sudut yang sepi. Tangan kirinya terus mengelus paha bawahku, sedangkan tangan kananya menghisap rokok Malboro.Hari mulai senja dan akhirnya kami naik Patas jurusan Senen. Aku tersenyum dan mengerti akan sign-nya, bahwa aku harus menunggu dia pulang kerja sekitar jam 16:00, padahal saat itu waktu baru menunjukkan jam 14:00.




















