Hahahaha…”
Tapi Chie hanya terdiam, memeluk kedua lututnya. Jay, kembaranku. Bokep Indo Terbaru “Pulang dulu, ya?” ucapku, membuatnya menarik kepalanya dan meruncingkan bibirnya. “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Perkenalan kami sangat singkat, namun dari tatapan mata masing-masing aku dan dia langsung menyelami arti sebuah keakraban. “Ray? Aku menyayangi kalian.”
Chie mengangkat kedua lengannya, meraih dan memeluk kami berdua dalam dekapannya. Ucapan itu sangat pahit dan mengena. Ini pancaran yang jauh lebih dewasa, yang membuatku merasa demikian kecil di hadapannya. “Chie.. Si pemburu gadis-gadis perawan. Sepi kok!” Jay tertawa kecil. Beginikah perasaanmu sesungguhnya? Sibuk memburu keperawanan bidadari-bidadari lugu. Di saat aku pun berjuang melawan desisan hawa nafsu yang bergejolak dalam diriku.“Ray…”
“Ada, pasti ada suatu saat nanti,” desahku. “Tentu, seandainya Enni sudah menikah dengan orang lain dan aku masih belum bisa menemukan pelabuhanku.”
Chie meruncingkan bibirnya, dan menjatuhkan kepalanya kembali di dadaku.




















