Dipermainan kedua ini mamaku yang akhirnya kalah. Permainan pertama pun berjalan sangat sengit kami bertiga saling adu taktik serta akhirnya aku yang kalah. Bokep Montok Kini tinggal ayah yang menutaskan birahinya. Bagai kerbau yang ditepat hidungnya akupun bankit dari tempatku duduk serta mendekat ke tubuh ayah serta mama. Mungkin mami telah mengerti maksudku mami langsung meraih penisku serta mejilati kepala penisku pertama-tama. “Oke deh mami berani, ayo kocok kartunya” ujar mamaku mengakhiri perdebatan mereka. “Iya gk dapat gitu ma perjanjiannyakn baju bukan jilbab sehingga mami wajib lepas baju serta jilbabnya tetep aja digunakan” ayahku coba menerangkan aturan permainannya pada mamaku. Lalu ayahku segera mengatakan,
“Ayo Ndri buka kaos kalian terus kalian kocok lagoi kartunya. “Aduh yah Och……terus…….yah Och…..Och…” Desahan mama
Akupun tidak mau kalah dengan ayah aku langsung mempercepat gerakanku. “Kenapa seh ma? Akhirnya denga terlambaten mami membimbingku, penisku dipegang oleh mami serta langsung diarahkan pas celah meqinya. Sini bantu ayah” ayahku membuyarkan lamunanku. “Ah ayah ini apaan sih?










