Kita ntar mo ngadain pesta nih. Bokep Mama Belum sempat aku menjawab telpon apartement Rei berbunyi. “Siapa aja sih?” kejarku. Aku pun cuma melenguh tertahan. Kemudian, aku mulai membubuhkan make-up tipis di mukaku. Rei hanya melenguh kecil sambil menjambak rambutku ketika aku memasukkan penisnya sampai masuk ke tenggorokanku. Aku tidak tau apa yang mereka mainkan tapi mereka menyuruhku duduk dan ikut main. Memekku yang tak berambut itu sudah tidak tertutupi apa apa. Aku merasa kalau putingku tercetak jelas dengan baju itu. Mereka cuma minta dibukain pintu saja. Aku menjilati kontol itu dengan perasaan yang jijik. Aku hanya memejamkan mata ketika aku merasakan kontol lain menerobos dinding vaginaku. Mereka cuma minta dibukain pintu saja. Sambil melihat kanan kiri, aku pun berlari-lari kecil menuju ke mobilku yang ku parkir di belakang gedung science. Aku menemukan kaos putihku dan rok ku yang langsung kukenakan. Salah seorang dari mereka memukul pantatku hingga merah dan memasukan salah satu jarinya ke dalam anusku.




















